Sativa Handycraft, Limbah Botol Miras Jadi Lampu Dekor

MALANG KOTA – Di tangan Maria Ulfa, 32, limbah botol miras (minuman keras) bisa ”disulap” menjadi lampu dekorasi. Barang yang sebelumnya tidak ada nilainya itu pun menjadi sangat mahal.

Dengan modal Rp 16.000, Ulfa bisa mendapatkan 50–60 botol. Setelah dikreasikan menjadi handicraft, setiap botol bisa terjual hingga Rp 1 juta. ”Makin unik botolnya, makin mahal harganya,” ujar Ulfa kemarin (27/12).

Perempuan yang tinggal di Perumahan Buring Satelit, Kelurahan Buring, Kecamatan Kedungkandang, itu mengungkapkan cara membuat lampu dekorasi dari limbah. Botol yang baru saja dibeli itu lalu dibersihkan.



Setelah bersih, barulah dilubangi dengan bor, dicat, lalu dikreasikan agar tampil menarik. Misalnya di-decoupage (kain ditempelkan pada botol, kemudian dilapisi pernis atau pelitur). Setelah itu baru dilukis sesuai keinginan pelanggan.

Produk yang dinamai Sativa Handycraft itu pun banyak diminati masyarakat. ”Pernah terjual hingga ke Tarakan (Kalimantan Utara). Juga pernah mau dibawa ke Australia, tapi terkendala packaging,” kata ibu dua anak itu.

Sementara di Malang Raya, produk Sativa Handycraft pernah dipamerkan di Jatim Park Group (JTP) 3. Pameran tersebut digelar sejak mulai 18 Desember 2017 hingga 2 bulan ke depan. Selain itu, produk Sativa Handycraft juga dijual di salah toko alat tulis ternama di Malang.

Selain memproduksi handicraft, istri dari Mahmudi itu juga membuat tas makrame (manik-manik kayu dirangkai pakai benang senar), dan berbagai macam kerajinan untuk suvenir. Mengenai harga tas makrame, Ulfa membanderol Rp 100 ribu–Rp 200 ribu, kemudian suvenirnya mulai Rp 8.000– 15.000.

Perempuan kelahiran Malang, 1 Januari 1985, itu memaparkan alasannya memproduksi handicraft. Menurut Ulfa, bisnis handicraft minim risiko. Dia membandingkan dengan bisnis kuliner.

”Kalau jualan makanan kan berisiko. Misalnya tidak laku, makanannya basi. Tapi, handicraft ini kan tidak akan basi,” katanya.

Sedangkan terkait pemilihan merek Sativa Handycraft, dia terinspirasi dari nama anak sulungnya, yakni Farah Naila Rahmatika Oryza Sativa. ”Oryza Sativa berarti padi melambangkan kesuburan dan sesuatu yang dibutuhkan banyak orang.

Jadi, saya ambil ”sativa” dan berharap ke depan produk saya diminati dan dibutuhkan,” ujar ibu dari Farah Naila Rahmatika Oryza Sativa dan Muhammad Farhan Hamdan Abiyyu ini.

Adapun bagi pembaca yang berminat terhadap bisnis UKM Sativa Handy Craft  ini bisa menghubungi Maria Ulfa di 082234434014 Jl. Eltari Blok VB No 4 Perum Buring Satelit Malang  (nr8/c2/dan)