Modal dari Uang Jajan, Keripik Pisang Zheepy Kini Rambah Kalimantan

Kekinian. Itulah kesan yang muncul dari kemasan keripik pisang produksi Christina dan Ridho. Ada kemasan yang berwarna merah, hijau, ada pula putih.

Varian rasa keripik pisang Zeepy pun beragam dan disesuaikan tren terkini. Total, ada tujuh jenis rasa yang ditawarkan. Yakni, rasa taro, oreo, greentea, susu, rumput laut, balado, dan orisinal.



Christina menyatakan, bisnis keripik pisang Zeepy ini dia rintis bersama Ridho sejak setahun lalu. Kebetulan, dia dan Ridho sudah cukup lama intens bertemu karena sama-sama menjadi anggota UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) Kewirausahaan UB.

Ketika akan merintis usaha setahun yang lalu itu, Christina dan Ridho memiliki koneksi dengan pemilik kebun pisang di daerah Kecamatan Dampit. ”Jadi, keripiknya dari Dampit, lalu pengolahan rasa dan pengemasan di (rumah) kontrakan saya,” terangnya.

Christina menyatakan, di awal, modal yang dikeluarkan untuk merintis bisnis ini sekitar Rp 5 juta. Modal itu dia kumpulkan dari uang saku yang dikirim orang tuanya.

Seperti bisnis kebanyakan, Christina sempat merasa keripik pisangnya kurang laku.

”Bulan pertama untungnya masih kecil. Tapi, kami genjot pemasarannya di bulan-bulan berikutnya. Hingga akhirnya bisa seperti sekarang,” kata dia.

Saat ini, keripik pisang Zeepy bisa mencatatkan omzet Rp 8 juta–Rp 9 juta setiap bulan. Untuk memperluas jaringan pemasaran, Christina dan Ridho menggunakan media internet. Di antaranya, lewat Shopee, Line Shopping, maupun Instagram. ”Order-nya sudah sampai ke Kalimantan dan daerah lain di Indonesia,” ujar dia.

Adapun bagi pembaca yang berminat terhadap bisnis UKM Keripik Pisang Zheepy ini bisa menghubungi M Ridho di 089678468690 Jl. Kertoleksono No 48 A Lowokwaru Malang