Go-Food Genjot Omzet Olahan Kebek Bebek Ukep

MALANG KOTA – Berawal dari kepala bebek nganggur, keisengan Fitria Dwi Hastuti berbuah pundi-pundi rupiah. Masakan hasil olahan perempuan 38 tahun ini banyak disukai warga Malang Raya. Kini, selain olahan kepala bebek, dia juga melayani menu olahan serbabebek lainnya.

Fitri –sapaan akrab Fitria Dwi Hastuti– menuturkan, usahanya ini berawal dari kegemaran keluarganya makan olahan bebek. Kebetulan salah seorang temannya beternak bebek. ”Teman yang punya ternak bebek itu, yang diambil itu hanya badannya saja. Sedangkan kepalanya dibuang-buang. Karena keluarga suka bebek, saya coba mengolah kepala bebek itu,” ungkapnya.



Hasil olahan kepala bebek Fitri ternyata memiliki rasa yang khas hingga banyak yang suka. Tak hanya keluarganya, saudara atau tetangganya pun juga menyukainya.

Rupanya, dia punya resep spesial yang didapatkan dari ibunya. ”Ibu saya dulu buka usaha catering. Jadi, ada resep dari keluarga yang menjadi rasa bebek saya berbeda,” imbuhnya.

Karena banyak yang suka, Fitri lantas memutuskan untuk memasarkan produk olahan bebeknya. Karena fokus hanya kepala bebek, dia lantas mengambil brand Kebek (Kepala Bebek Ukep).

Fitri tak hanya menunggu pembeli. Dia juga gencar memasarkan produknya lewat media sosial (medsos). Selain itu, banyak di antara sudara dan tetangganya yang juga ikut memasarkan produknya. ”Alhamdulillah, orderan yang masuk cukup banyak,” terang perempuan yang juga hobi fotografi ini. Selain olahan bebek, Fitri juga melayani ingkung bebek untuk acara.

Meskipun target sasaran Kebek awalnya adalah mahasiswa, kini Fitri juga melayani berbagai jenis olahan bebek. Mulai bebek goreng, bebek bakar, kepala goreng, kepala pedes, hingga Nasi Bakar Kebek.

”Saya melihat di Malang banyak mahasiswa dan pelajar. Jadi, saya mencoba membuat olahan murah tetapi terlihat pantas.

Jadi, ada harga mulai Rp 10 ribu hingga Rp 65 ribu untuk bebek ingkung satu ekor,” katanya.

Untuk memesan produknya tak hanya lewat medsos seperti WhatsApp, Facebook, atau BlackBerry Messenger (BBM). Layanan Go-Food juga tersedia. Dan layanan ini kian memperbesar omzetnya.

Bahkan, kehadiran Go-Food kini menyumbang sekitar 50 persen dari total orderannya. ”Awal Gojek masuk, saya sudah ditawari Go-Food. Lumayan, pemesanan Kebek dari Go-Food sangat bagus,” kata alumnus Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang ini.

Meskipun baru eksis sekitar 3 tahun, tetapi Fitri sudah jadi binaan Dinas Koperasi Kota Malang untuk UMKM. Setelah bergabung dengan UMKM, Fitri mengakui Kebek-nya semakin dikenal masyarakat. ”Bergabung dengan komunitas, saya jadi tahu bagaimana harus membuat label halal dan mendaftarkannya ke Disperindag (Kota Malang),” tegas ibu tiga anak ini.

Adapun bagi pembaca yang berminat terhadap bisnis UKM KEBEK Bebek Ukep ini bisa menghubungi Ibu Fitria Dwi di 081217187733 Jl. Perum Kenanga Jaya Estate A14, Teluk Grajakan (nr5/c1/nay)