Gatimeokja Korean Food. Beri Jaminan Halal, Pertahankan Taste Asli

MALANG KOTA – Selama ini, korean food masih identik sebagai resto mewah atau berkelas. Persepsi tersebut ingin diubah oleh Dedi Wahyudiono dengan menghadirkan korean food yang berkonsep jajanan mal. ”Kami membuat sesuatu yang berbeda dengan hadir di mal dan pangsa pasar menengah ke bawah,” ujar owner Gati Meogkja itu.

Berawal dari kecintaan anak-anaknya akan K-pop, itu membuat Dedi Wahyudiono dan Eni Andriyanti ikut menikmati budaya Korea. Ternyata, tidak hanya budaya yang mereka ikuti. Mereka juga mencoba berbagai taste masakan Korea. ”Ternyata, yang disukai anak-anak itu menarik juga, sekalian jadi unit usaha,” terangnya.

Setelah melakukan riset kecil-kecilan dan eksperimen menu masakan yang akan dijajakan, Dedi pun mantap membuka lapak di mal. ”Istri setuju. Anak-anak mendukung. Akhirnya, terciptalah korean food dengan konsep mal ini,” tambahnya.



Menurutnya, konsep korean food ala mal ini untuk menjangkau pengunjung mal seperti kalangan mahasiswa dan pelajar. Setelah memiliki konsep, Andri (istri Dedi) mulai kursus masakan Korea di Jakarta. ”Istri saya biasanya mengurusi visa bagi murid spa yang akan bekerja di luar negeri. Nah, di saat mengurus itu, selama dua hari dia belajar satu menu. Nanti kembali lagi, belajar satu menu lainnya. Jadi, dicicil,” papar pria yang bekerja sebagai kontraktor tersebut.

Meski menghadirkan cita rasa Korea, Dedi tetap memilih bumbu dan varian menu yang halal. ”Memang cita rasanya tetap mempertahankan dari negara aslinya. Meski begitu, kami tetap mengedepankan kehalalan dalam masakan kami,” terangnya.

Dedi memilih ayam, mi, dan ikan sebagai bahan utama. Bahan-bahan itu diimpor langsung dari Korea. ”Bahan-bahan kami impor langusng dari Korea melalui guru memasaknya (istri) di Jakarta. Dan karena mengetahui kami muslim, maka gurunya hanya memberikan bahan yang tidak mengandung babi,” kata dia.

Setelah cukup memiliki dasar ilmu untuk membuat masakan Korea, akhirnya Dedi membuka stan di Cyber Mall. ”Stan pertama kami di Cyber Mall, sejak tiga tahun lalu. Kemudian pindah ke MX Mall. Karena MX dipugar, sekarang ke Dinoyo Mall,” paparnya.

Dia menejalskan, berkat bergabung dengan Preman Super dan Sahabat Jun, akhirnya sejak setahun lalu Gati Meogkja menjadi binaan dinas koperasi. Melalui pembinaan ini, akhirnya Dedi mengerti tata cara mengurus Haki dan label halal pada UKM miliknya. ”Kami ada 18 menu Korea, dan harga yang ditawarkan juga meriah dikantong dengan rentang Rp 15 ribu hingga Rp 26 ribu,” ucap ayah tiga anak ini.

Tak hanya melayani konsumen di mal, Gati Meogkja juga bisa dinikmati dengan aplikasi online (Go Food). Beberapa menu yang paling banyak dicari adalah Tteokbokki, Jajangmyeon, dan Ramyeon. Maklum, menu-menu tersebut selalu muncul dalam setiap film atau drama Korea.

Sedangkan, Kimchi tidak terlalu jadi favorit, karena cita rasanya dipertahankan sebagaimana di negara aslinya, sehingga rasanya sangat asam dan aneh bagi lidah orang Indonesia. ”Hanya orang-orang tertentu, yang mengetahui khasiat Kimchi, yang memilih memakannya,” kata Dedi.

Adapun bagi pembaca yang berminat terhadap bisnis UKM Gatimeokja Korean Food ini bisa menghubungi Dedy di 08179601009 di Dinoyo Mall City Food Court Lantai 3 (nr5/c1/nay)